Rabu, November 11, 2009

Peringatan Buat Insan Yang Lemah Hatinya...

Oleh si comot [Ana] Farhana.... Jam 8:49:00 PG
Pandangan Anda : 
0 Celoteh SahabatKu...
Assalamualaikum wbt...

Malam ini air mata mengalir tiba-tiba... Entah kenapa..
Cepat2 naskah Al-Quran yang menjadi peneman sejak 3tahun yang lepas ana ambil...
Puas menyelak.. Tak juga jumpa...
Ana buka software Al-Quran digital.. Alhamdulillah teknologi terkadang memudahkan...
Ini ayat yang ana cari....

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
( Surah An-Nisaa' : Ayat 32 )

Iri hati ?? Penyakit hati yang jika tak dikawal habis rosaklah 'daging' yg menjadi 'raja' kerajaan tubuh kita.. Bila ana hampir iri hati melihat teman2 ana ingatkan diri ana dengan ayat ni... Namun, kita dibolehkan pada 2 perkara...

Pertamanya, pabila seseorang itu punya kemampuan harta dan ia gunakannya kejalan Allah..

Keduanya, pabila seseorang itu punya ilmu dan ia manfaatkan ia dan mengajarkan ilmunya kepada org lain kejalan Allah...

Subhanallah.... Walhamdulillah... Ana memang iri lah dengan orang2 camni... Tapi...

Allah kan Maha Adil.. Dia ingatkan kita dengan janjiNya dan ketetapan Dia..
Bersangka baik dengan Allah... Usaha seseorang itu berlandaskan kemampuannya..
Mungkin ana belum mempu memikulnya jd Allah belum sampaikan waktunya....
Dan mungkin jika ana berpeluang... ia tidak baik untuk diri ana... Ana relatekan dengan ayat kedua yang ana cari... Dibawah ni....

Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
( Surah Al-Baqarah : Ayat 216 )

Ana terkadang fikir... 'Kan best kalau'... 'Kalau ana dengan dia ni mesti'... Semua nak catur ikut kehendak sendiri.. Dan rasa bila dicatur macam ni macam tu.. Semua berjalan lancar mcm ape yang dikehendak... Tapinya, Allah dah firmankan dalam ayat diatas...

So, kenapa ana nak catur2 sendiri ni... Astaghfirullah hal adzim...
Ana ngah push diri ana to wake up and be my self....
Ana buat apa yang termampu dulu... Nak mengejar yang belum pasti... Ianya pun belum pasti baik buat ana... Kita berusaha Allah yang menentukan....
Cepat atau lambat perkara tu, bukan HAK kita... Tp hak Dia.... Seperti firman dibawah....

Telah pasti datangnya ketetapan Allah[818] maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.
( Surah An-Nahl : Ayat 1 )

Allah SWT meliputi seluas-luasnya apa yang ada dilangit dan bumi... Semua hanya milikNya semata... Tiada suatu pun hak kita....Kita ni kan milik Allah....

Ya... baru ana sedar... Kenapa terlintas kat benak ni nak memiliki sesuatu......
Astaghfirullah hal adzim..... Banyak lagi perkara lain yang perlu ana sediakan untuk Dia...
Ana bersyukur... Bila Allah berikan ujian2 yang kdg2 nampaknya macam tak adil...
Tp hati cepat bersangka baik...
Bila barang rosak, barang hilang.... Tengah time exam week.....
Ana fikirkan.. 'Cepatnya Allah gantikan dosaku dengan kafarah.... Amin..'
' Allah dah tegur ni... Kena re-check balik pe dosa ana ni... Istighfar2..'

Ana mampu tersenyum... Ana mampu tak mengalirkan mata...
Bila terlalu happy dan bahagia ana jd semacam pulak...
Macam jauh... jauh....jauh dari Dia.....
Ana sekarang sedang berusaha... Berusaha meminta hati ana semula...
Sebab... hati ana tak berada dalam hati ana...
Pada manusia sekarang ni....

Ya Allah... Pintaku padaMu... Kurniakan hati jernih baru padaku....
Agar dapat ku isikan ia hanya dengan relung kasihMu...
Cukupkan ku hanya denganMu....



Kita... An-Nisa' Biasa....

Oleh si comot [Ana] Farhana.... Jam 7:53:00 PG
Pandangan Anda : 
0 Celoteh SahabatKu...

Kita....
Hanya an-nisa' biasa...
Hanya an-nisa' hina dan kerdil disisiNya...
Hanya an-nisa' yang banyak khilafnya...

Kita....
An-nisa' biasa yang mencari....
Mencari...
Mencari...
dan mencari...

Mencari secangkir kasih dariNya...
Mencari serelung rindu dariNya...
Mencari seredup lindungan dariNya...
Mencari selaut cinta dariNya...

Kita....
An-nisa' biasa yang punya impian...
Punya impian selaut direnangi..
Punya impian seluas diterokai..
Punya impian sesaujana mata menjelajahi...

Impian an-nisa' biasa ini...
Impian maknawi setiap an-nisa' yang berhati...
Mengimpi menjadi muslimah sejati...
Bagai hiasan indah duniawi...
Mengimpi menjadi mujahidah sejati..
Mencari kemuliaan dalam hidup ini...
Mendamba syahid dalam matinya nanti...

Kita....
An-nisa' biasa...
Yang terkadang tersadung dilanda kekhilafan...
Yang terkadang tersimpuh diuji kekuatan...
Yang terkadang tersungkur dijengah ujian hati...

Kita....
Sememangnya an-nisa' biasa...
Namun biasa inilah yang akan diluar biasakan...

Kita....
An-nisa' biasa yang akalnya senipis rambut...
Pinta pada Allah agar akal ini ditebalkan dengan ilmu...
An-nisa' biasa yang hatinya serapuh kaca...
Pinta pada Allah agar hati ini diperkukuh dengan iman...

Kita....
An-nisa' biasa...
Yang bengkok hasilnya dari tulang rusuk ar-rijal...
Yang bukan meminta dididik dengan harta...
Yang bukan mengingin dipuji selangit tinggi...

Kita....
An-nisa' biasa...
Cukuplah dibimbing dengan bait indah kalamullah...
Cukuplah diingatkan dengan sunnah amalan Rasulullah...
Cukuplah dipayung dengan rindu kasih hanya dari Allah....

Kita....
An-nisa' biasa yang perlukan teman sahabat...
Mengingatkan dikala alpa...
Menegur dikala khilaf...
Menasihati dikala duka....

Ya Allah...
An-nisa' biasa yang memerlukan Mu...
Cukupkan kami hanya denganMu...
Syukurkan kami dengan setiap pemberianMu...
Teguhkan kami dengan ujian dari relung kasihMu...


ps* Ana memang...memang...dan sememangnya seorang an-nisa' biasa yang masih mencari2 haluan kepada kasihNya...moga diri ini bertemu kasihNya disegenap penjuruapa yang ana lakukan... tanpa kasihNya semua adalah sia2... Uhibbullah....

Selasa, November 10, 2009

Handphone ana....

Oleh si comot [Ana] Farhana.... Jam 5:14:00 PTG
Pandangan Anda : 
0 Celoteh SahabatKu...



Isnin, November 09, 2009

Layar Keinsafan...

Oleh si comot [Ana] Farhana.... Jam 1:31:00 PTG
Pandangan Anda : 
2 Celoteh SahabatKu...

Layar Keinsafan
Album : Layar Keinsafan

Munsyid : Mestica


Sepi benar senja ini
Bayunya semilir,
menganak ombak kecil

Jalur ufuk pula mengemas terang
Kapal dan layar terkapar


Mengapa nantikan senja
Barukan terdetik,
pulang ke pengkalan

Gusar malam menghampiri
Ku tewas di lautan

Tuhan layarkanku ke arah cintaMu
Tuntuniku menggapai redhaMu

Rimbunan kasihMu ku berteduh
KepadaMu ya Tuhan

Berikan secebis keinsafan
Bekalan sepanjang perjalanan

Mencari ketenangan


c/o Biar Kau menjadi saksi
Tulus tangisku kala dini hari
Kesempatan yang hanya sebentar

Moga keikhlasanku terlakar

Berikanlah ku hidayah

Agar dikuatkan iman yang lemah
Moga diberkati hidup ini

Menuju bahagia yang kekal abadi


PadaMu Tuhan
Kan kuserahkan cinta kepadaMu


Tuhan layarkanku ke arah cintaMu
Tuntuniku menggapai redhaMu
Rimbunan kasihMu ku berteduh

KepadaMu ya Tuhan

Berikan secebis keinsafan

Bekalan sepanjang perjalanan

Mencari ketenangan


c/o Biar Kau menjadi saksi
Tulus tangisku kala dini hari

Kesempatan yang hanya sebentar
Moga keikhlasanku terlakar

Berikanlah ku hidayah

Agar dikuatkan iman yang lemah

Moga diberkati hidup ini

Menuju bahagia yang kekal abadi


Harapanku moga dikurniakan
Manisnya iman berpanjangan

Moga lautan hilang gelora

AKADEMI DAKWAH 09

Oleh si comot [Ana] Farhana.... Jam 1:17:00 PTG
Pandangan Anda : 
0 Celoteh SahabatKu...

Akademi Dakwah 2009

بسم الله الرحمن الرحيم

Salam Perjuangan


Angkatan Pemuda-pemudi Islam (API) dengan kerjasama Persatuan Ulama’ Malaysia Pulau Pinang (PUMPP) akan menganjurkan program realiti sebenar dakwah di lapangan masyarakat pada 30 November 2009 hingga 13 Disember 2009. Selama 2 minggu ini, para peserta akan didedahkan tentang selok-belok dakwah di lapangan dengan menampilkan konsep dakwah yang lebih meluas serta kritikal.

Diberi nama Akademi Dakwah, program ini terbuka kepada sesiapa yang berminat untuk mengikuti dakwah di lapangan secara terancang dan terfokus. Para peserta haruslah berumur di antara 19 hingga 30 tahun sahaja dan yuran yang dikenakan hanyalah RM70.00 sahaja.

Program ini akan diadakan di sekitar Pulau Pinang, Kedah dan Perak. Bertemakan serangan pemikiran, kepenggunaan, alam sekitar, gejala sosial, masyarakat minoriti dan dakwah dalam penulisan, program ini akan memberi pengalaman baru kepada para peserta dalam menghayati erti dakwah melalui pengisian oleh pakar-pakar dalam bidang dakwah yang disebutkan tadi.

Berikut merupakan sedikit penerangan tentang tema-tema dakwah dalam AD09:

Serangan Pemikiran

Melibatkan dakwah dalam mengislahkan kembali pemikiran masyarakat di Malaysia yang diserang secara halus terutamanya oleh dakyah sesat fahaman Islam Liberal. Para peserta akan didedahkan secara ekslusif tentang fahaman sesat Islam Liberal dan konsep-konsep pemikiran lain yang ternyata bertentangan dengan Islam. Pemikiran-pemikiran sebegini melambak di dalam kosmo hidup masyarakat sehingga ḥaqq (benar) dan baṭil (palsu) menjadi kabur di kacamata masyarakat Islam khususnya di Malaysia.

Kepenggunaan

Malaysia merupakan antara negara yang tertinggi jumlah pembelian dan penggunaan barangan komersil dalam kategori negara membangun. Hal ini tidak dapat tidak akan mendedahkan pengguna Muslim terutamanya kepada barang-barangan yang tidak halal serta memudharatkan tubuh badan. Di samping itu juga, pelaburan dan pengaliran wang yang tidak selari dengan Syari‘ah menyebabkan keberkatan dalam kehidupan seharian masyarakat Islam di Malaysia hilang secara tidak sedar. Pendedahan kepada dakwah kepengunaan akan memberi input yang sangat kritikal dan berguna kepada para peserta.

Alam Sekitar

Alam sekitar merupakan ciptaan Allah SWT dan amanah kepada manusia di dunia untuk memelihara dan mengurus sumber bumi secara lestari berdasarkan prinsip-prinsip al-Qur’ān dan al-Sunnah. Kepincangan ma‘na pembangunan, kerakusan nafsu pemaju, kehilangan sifat prihatin masyarakat, kematian rasa kehambaan kepada Tuhan, antara faktor yang memungkinkan masyarakat tidak endah kerosakan alam sekitar yang berlaku di sekeliling mereka saban hari. Di dalam AD09, para peserta akan didedahkan tentang dakwah alam sekitar yang merupakan keperluan terpenting demi menyelamatkan kelestarian pengurusan pembangunan berasaskan konsep hamba dan khalifah.

Gejala Sosial

Jiwa remaja yang sering mencuba segala keseronokan menyebabkan berlakunya kepincangan akhlak yang mengheret mereka ke kancah kemaksiatan yang serius. Lambakan isu-isu semasa yang berkaitan dengan gejala sosial memberikan satu tamparan hebat kepada kesemua gerakan Islam di Malaysia dalam mempertahankan ‘Aqidah dan Syari‘ah masyarakat yang kian terhakis. Pendedahan langsung di lapangan masyarakat akan membuka mata para peserta dalam memahami dan menghayati punca utama kesuburan gejala sosial di Malaysia dan langkah terbaik dalam mempertahankan akhlak dalam diri setiap ahli masyarakat.

Masyarakat Minoriti

Masyarakat minoriti di Malaysia terutama masyarakat orang asli kurang dititikberatkan oleh gerakan dakwah akibat kos yang terlalu tinggi dan kemahiran dakwah yang konsisten di dalam situasi yang sangat mencabar. Pendakian bukit serta halangan lain antara pengalaman baru yang akan dirasai oleh para peserta dalam merealisasikan dakwah kepada masyarakat orang asli yang rata-ratanya adalah bukan Islam. Cabaran dan ujian yang bakal dihadapi oleh para peserta akan memberikan satu impak dan semangat dakwah yang kental dalam menyampaikan risalah kebenaran – warisan para Nabi dan Sahabat.

Dakwah Dalam Penulisan

Penulisan merupakan elemen dakwah yang paling penting. Penulisan akan kekal walaupun si penulisnya telah tiada. Keberkesanan penulisan dakwah dapat memberikan ruang dakwah yang optimum di samping penyebaran pengisian dakwah yang lebih meluas. Para peserta akan diajar untuk menghasilkan penulis yang lebih sistematik dan berkesan. Malah, para peserta akan diberi peluang untuk mempersembahkan penulisan masing-masing di dalam beberapa ruang penulisan semasa yang terpilih.

Kepada sesiapa yang berminat bolehlah menghubungi saudari Azwaahidah (019-5989382 / paspertama_86@yahoo.com.my) atau saudara Amir (013-7069509 / api_penang@yahoo.com.my) dengan segera. Tempat adalah terhad kepada 30 peserta terawal.

InsyaAllah... Allah selalu akan menjagamu...

Oleh si comot [Ana] Farhana.... Jam 1:05:00 PTG
Pandangan Anda : 
0 Celoteh SahabatKu...

Assalamualaikum wbt...

Sedikit perkongsian bersama...

Mak sering pesan pada ana " Bila keluar mane2, sorang2 ke dengan kawan2 ke.. P tempat2 yang asing bagi kite ke... amalkan ayat kursi ni.... insyaAllah didepan, kiri, kanan, belakang dan mana2 sajelah Allah akan jaga kita..."

Dalam al-mathurat sendiri terkandung ayat kursikan.. Doa2 anjuran/amalan Rasulullah.. Antara doa yang dianjur demi menjaga diri kita seharian... Ba'da subuh wa ba'da asar... InsyaAllah hari2 kita dilindungi Allah... Dia sahaja yang ilmuNya dan kekuasaanNya meliputi segenap apa yang ada dilangit dan bumi ni...

Ahad, November 01, 2009

Seek 4 Mardhotillah

Oleh si comot [Ana] Farhana.... Jam 8:51:00 PTG
Pandangan Anda : 
4 Celoteh SahabatKu...
Ya Allah... semalam ku membaca kisah2 Rasulullah tentang erti sabar....

Ya Allah tntg apa yang ku lalui ini adakah ia ujian g datang dariMu atau teguran buat peringatan ku....

Ya Allah berikanlah aku kekuatan utk menghadapinya...

Jangan tinggalkan daku sendirian Ya Allah....

Bimbinglah aku....

Berikanlah apa yang terbaik untukMu buatku.....

Titipkanlah kesabaran buatku menghadapi ujian kecil ini...

Ingatkan aku akan kuasa dan kasihMu......

KasihMu sahaja yang kudamba....

=Seek For Mardhotillah=

Terlanjur : Padah CInta Monyet....

Oleh si comot [Ana] Farhana.... Jam 8:21:00 PTG
Pandangan Anda : 
0 Celoteh SahabatKu...
Terlanjur : Padah Melayan Cinta Monyet
www.iluvislam.com
Tuan Mohd Reza
Editor: RosNiza Abdullah

“Apa yang dimaksud ‘terlajur’ pada ayat ustaz tu?” Tanya seorang pembaca setia laman blog penulis.

“Usahlah ditanya, cukuplah kalimah tersebut menghantui kepala saya sejak kebelakangan ini” Penulis cuba meredakan hati yang sedikit risau melihat gelagat muda-mudi masa kini.

Mungkin para teman dan pembaca tertanya-tanya kenapa terlalu banyak mesej pesanan di yahoo messenger hingga memeningkan sesetengah sahabat-sahabat, tidak cukupkah sekali dihantar?

Penulis terpaksa berbuat sedemikian bagi menjawab banyak pertanyaan sama yang diajukan di dalam e-mail, bahkan yang terbaru betul-betul menguji kesabaran penulis. Apakah ini yang dikatakan darah muda yang berani memperlakukan perbuatan terkutuk ini?

Ada yang mengaku telah ditebuk oleh teman lelaki, terkapai-kapai mencari jalan pulang kepada-Nya.

Allahu Rabbi…!

Namun paling merisaukan penulis, penyakit kronik ini berlaku di kalangan anta anti yang mempunyai asas ilmu agama sebagai pendiding. Ingatkan cerah hingga ke petang, hujan pula dipertengahan.

Inilah yang penulis persoalkan.

وَمَن كَانَ فِى هَـٰذِهِۦۤ أَعۡمَىٰ فَهُوَ فِى ٱلۡأَخِرَةِ أَعۡمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلاً۬

Allah Taala berfirman yang bermaksud: “Dan (sebaliknya) sesiapa yang berada di dunia ini (dalam keadaan) buta (matahatinya), maka ia juga buta di akhirat dan lebih sesat lagi jalannya” al-Israa’ (17:72)

Ada yang berpendapat fatrah masa pertunangan adalah waktu untuk berkenal-kenalan, jadi apa salahnya untuk keluar bersama ke taman-taman rekreasi, pusat hiburan dan sebagainya. Ini adalah pandangan yang fasad dan tidak diiktiraf oleh agama. Mana tidak semua hujah atau dalil tersebut berbaur khayalan dan bayangan iblis bagi memuaskan nafsu semata-mata.

Pendirian penulis berkenaan dengan no couple sebelum kahwin sememangnya tetap tegar dari sekolah, universiti sehinggalah penulis akan merasai nikmat berkahwin itu sendiri. Mungkin penulis antara individu yang amat tajam dalam mengkritik individu yang bercinta hingga meleret-leret sebelum kahwin.

Terkadang terasa rimas dengan sikap sesetengah daripada kawan-kawan yang bercinta kononnya, sungguh mengajar erti kesabaran. Mabuknya melampau-lampau. Tunduk ego kelakian, dan lembik tengok para wanita.

Bahkan penulis sering beranggapan golongan yang bercinta sebelum kahwin ini kadang-kadang boleh menjadi munafik. Bagaimana pula? Kenapa tidak, semasa bercinta semuanya sikap yang baik-baik ditonjolkan, daripada cakap-cakap romantik, hadiah yang tidak pernah putus-putus, puji-pujian yang melangit dan sebagainya. Tetapi selepas kahwin, berapa ramai yang kekal dengan lakonan masa cinta tengah mekar subur sebelum ini, jarang sekali akan ketemu mereka yang masih ingat pada skrip yang pernah dihamburkan dulu.

Inilah salah satu puca perceraian yang tinggi di tanah air kerana pasangan berasa tertipu selepas belang sebenar pasangan mereka terdedah bilamana merasai sendiri bayangan rumahtangga yang sebenar.

TIADA MATLAMAT HIDUP JELAS

Bagi yang sudah terdedah dengan gaya hidup bebas, keluar bersama untuk dating, beriba dan bertepuk tampar bukanlah sesuatu yang pelik. Penulis terkedu mendengar kisah hidup masyarakat muda-mudi Malaysia yang sudah ala-ala barat. Masalah ber-couple dan membawa balik pasangan ke rumah sudah menjadi perkara biasa, yang hairannya ibu bapa sendiri yang merestui hubungan haram itu.

Belum cerita lagi tidur sekatil yang makin menjadi ‘biasa’. Maksiat? Dosa? Semunya tidak terasa dek kerana matlamat menghalalkan cara.

“Niat kami baik, bukan nak main-main pun, sampai masa kami kahwin la. Kamu sibuk kenapa? Macamlah baik sangat”

Biasa dengarkan ayat di atas?

Lain pula ceritanya dengan pasangan yang berkopiah dan bertudung litup, terkadang penulis tergelak keseorangan dengan lakonan wara’ mereka. Berhenti solat di masjid semasa keluar bersama, maklumlah alim dan wara’, miscall qiamullail, sms tazkirah dan sebagainya antara skrip murahan harian mereka.

Mabuk orang bercinta ni memang dahsyat. Mengapa mabuk, rindu dendam yang sama tidak diaplikasikan dalam bercinta dengan Allah Taala. Pelik bukan? Mulut kita mengaku cinta Allah Taala, sayang Rasul s.a.w, namun amalannya masih jauh daripada hakikat sebenar.

“Macam mana nak kenal peribadi bakal isteri kalau tak bergayut dulu” antara alasan yang pernah diberikan kepada penulis.

Teringat penulis cerita lama orang tua kita yang berkahwin dan hanya mengenal pasangan masing-masing pada hari perkahwinan. Bahagia mereka lebih daripada pasangan moden yang kenal sampai ke dalam kain sebelum di-Ijab dan Qabul.

Pastinya kenyatan ini dijawab kembali: “Ala itu dulu, sekarang dunia sudah maju, takkan nak ikut cara datuk nenek kita zaman jepun dulu” Penulis terkedu mendengar ayat berapi ini.


SAY : “NO COUPLE”

Persoalan cinta sebelum kahwin ini merupakan tajuk yang panjang. Cinta tidak semestinya membawa kepada couple, namun bahkan cinta boleh menjadi wasilah kepada mungkar lain yang mungkin berlaku tanpa couple.

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٲجِنَا وَذُرِّيَّـٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٍ۬ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

Allah Taala berfirman yang bermaksud: “Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” al-Furqan (25:74)

Magnet jantina ini sebenarnya satu fitrah dalam kehidupan manusia. Hal ini bukanlah perkara baru bagi kehidupan pelajar ditambah lagi dengan faktor umur di alam kampus tarikan untuk berpasang pasangan merupakan perkara lumrah dan mendarah-daging dalam diri mereka.

Perkenalan di alam sekolah, kenal semasa kursus persediaan, kenal sebab sekelas atau satu universiti, kenal kerana pertukaran nota, bahkan kenal sewaktu sama-sama berprogram merupakan noktah pemulaan kepada eposid cinta remaja, mungkin cinta monyet.

Jadi bagi yang sudah bermula untuk mencari, semak balik niat anda. Bagi yang sudah tersasar jauh jadikan cinta Allah Taala benteng ampuh dalam mengawal karenah cinta anda yang bergelora. Akhirnya pesanan penulis kepada semua yang ingin dan tengah bercinta, jangan jadikan couple anda punca tawar hubungan suami isteri selepas kahwin.

Mengapa perlu mencari marah Allah Taala semata-mata mencari bahagia manusia yang tiada jaminan.

Jauhilah maksiat bercinta sebelum kahwin, sinonimnya cinta monyet ini.

“Ya Allah. Kami ingin belajar untuk mentaati perintah-Mu. Kami belajar untuk menjadi hamba-Mu yang soleh dan solehah. Kami seringkali jatuh dan bangun, jatuh dan bangun lagi, dan lagi. Semoga kami terus dipimpin oleh-Mu, duhai Allah”. ameen
 

Epilog Hearty Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez